Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Road to final 2018 on May

I had 3 months go to the final task 2018

i had more homework

i had more comittment in all my task

including school, my tuittion classes and my family sometimes i can’t finish my module .. oh so sad but i never give up do my best in my life

Ya Allah please make it easy and i will do my best arms and my best soul i.allah

i love you so much indeed!

Tazkirah. 

*3 JENIS MANUSIA MENURUT IMAM AL-GHAZALI*
👤Imam Al-Ghazali mengatakan:
*“Ketahuilah, sungguh, orang yang tenggelam dalam urusan duniawi yang penuh dengan tipu daya, dan mencintai kesenangan-kesenangannya, pasti kalbunya akan lalai untuk mengingat kematian. Akibatnya, jika diingatkan tentang kematian, ia justru tidak suka, bahkan membencinya.”* 
👥Mereka ini, persis seperti orang yang disindir dalam Al-Qur’an: *”Katakanlah: ‘Sesungguhnya maut yang kalian lari darinya pasti akan menjumpai kalian, lalu kalian semua akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan nyata. Kemudian, Dia akan memberitahukan kepada kalian apa-apa yang kalian lakukan.”* 

(QS Al-Jumuah: 8).
*Manusia pada dasarnya terbagi menjadi 3 golongan, yakni: orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, orang yang bertaubat, dan orang yang telah mencapai maqam ‘arif.*
*Pertama:* Orang yang tenggelam dalam urusan duniawi tidak akan ingat tentang kematian. Dan, kalaupun dia mengingatnya, pasti ia lakukan sambil mengingat dunianya. Ini akan membuatnya semakin jauh dari Allah.
*Kedua:* Orang yang bertaubat itu akan memperbanyak mengingat kematian, sehingga dalam kalbunya lahir rasa takut dan gentar.  Hal ini akan semakin menguatkan kesempurnaan tobatnya. Boleh jadi, dia merasa takut pada datangnya kematian, tapi hal tersebut lebih didorong oleh rasa takut bahwa kematian itu akan datang di saat taubatnya dirasakan belum sempurna, dan bekalnya untuk kehidupan akhirat belum cukup. Rasa takut mati pada orang seperti itu masih boleh diketahui, dan dia tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang disebut dalam sabda Rasulullah, *“Barangsiapa tidak suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun tidak suka bertemu dengannya.”* 

(HR Bukhari dan Muslim)
👥Orang-orang seperti ini sebenarnya tidak membenci pertemuan dengan maut atau pertemuan dengan Allah. Tapi, dia hanya takut jangan-jangan dia bertemu dengan Allah dalam keadaan yang kurang sempurna dan lalai. Dia laksana orang yang terlambat bertemu dengan kekasihnya, kerana sibuk mempersiapkan diri supaya pertemuan itu mendatangkan kecintaan sang kekasih. Jadi, dia tidak  dianggap keberatan terhadap pertemuan tersebut.
✨Ciri khas orang yang bertaubat adalah fokus pada persiapan untuk pertemuan dengan Rabb-nya dan mengurangi perhatian kepada hal-hal yang lain.  Kalau tidak seperti itu, berarti dia termasuk orang yang tenggelam dalam urusan duniawi semata.
*Ketiga:* Orang yang ‘Arif adalah orang yang selalu mengingat kematian, kerana baginya kematian adalah saat bertemu dengan Sang Kekasih. Dan, orang yang telah dimabuk cinta tak akan pernah lupa dengan janji bertemu dengan orang yang dicintainya. Orang seperti itu biasanya merasakan datangnya kematian begitu lambat, dan dia sangat gembira saat kematian datang. Sebab, dengan begitu dia bisa segera meninggalkan dunia, tempat tinggal orang-orang durhaka. Dia lebih memilih untuk berada di sisi Rabb semesta alam.
✨Hal ini seperti hadis yang diriwayatkan oleh Hudzaifah. Menjelang kematiannya, Hudzaifah-Al-Yamani mengatakan: *“Sang Kekasih datang kepada orang yang papa (lemah). Dan,  tidaklah beruntung orang yang baru menyesal pada saat seperti itu. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa miskin lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai daripada sehat, dan mati lebih aku sukai daripada hidup, tolong mudahkanlah kematianku supaya aku bisa segera bertemu dengan-Mu.”*
*–Imam Al-Ghazali dalam kitab Dzikir al-Maut wa Ba’dahu, Ihya Ulumuddin-*

Novel suami ( Ali Jusoh) 

Bab 1

Abdul karim bn Abdullah adalah seorang guru yang mengajar di sabah.Baru berkahwin dengan wanita pilihan.hatinya Saadiah bt Abdul kadir juga merupakan seorang guru di sabah tetapi berlainan sekolah dengan suaminya.Aku merupakan watak yang digambarkan dalam novel ini merupakan watak.dominan banyak memainkan peranan dan sering menimbulkan prasangka.’Aku’ terkilan kerana dia tidak merasakan dirinya seorang suami kepada saadiah kerana setiap malam mereka sering diganggu dengan jiwa yang kedua.Bermaksud ‘aku’ tertanya-tanya apakah yang perlu dilakukan pada malam pertama mereka.Saadiah juga banyak mainkan watak jiwa yang agak ‘suspen’ sering diperhatikan oleh suaminya..dikala siang hari wataknya amat berlainan berbanding dimalam hari.karim cepat bertindak dan meninggalkan isterinya seketika.selama seminggu.karim kembali ke.sekolah untuk memulakan tugasnya sebagai seorang guru walaupun berada dalam hari bercuti untuk perkhawinannya.

Bersambung bab kedua…esoknya….